Kerennya Museum Tematik di Indonesia
Museum, kadang-kadang menjadi tempat yang
dihindari oleh banyak orang dengan berbagai alasan, entah berasa serem, bosan,
suram, kuno atau apapun. Namun ternyata, banyak juga museum di Indonesia
ini yang cukup mengasyikkan untuk dikunjungi, terutama museum museum tematik
yang keren, bukan hanya karena koleksinya, namun lebih kepada suasana yang
dibangun didalamnya.
Mana saja ya museumnya?
1. INDONESIAN ISLAMIC ART MUSEUM, museum Islam
paling keren di Indonesia
Indonesian Islamic Art Museum adalah museum Islam pertama di
Indonesia yang hadir dengan konsep yang lebih modern dan berbeda dengan
museum-museum pada umumnya. Museum ini terdiri dari tiga zona, yaitu zona audio
visual, galeri benda-benda bersejarah dan diorama.
Ketika kita masuk ke zona satu, kita akan disuguhkan sebuah
ruangan yang mirip dengan movie theater. Di zona ini kita bisa melihat film
“The Glorious of Islam” yang bercerita tentang peradaban islam sebelum
Rosulullah lahir sampai Islam tersebar ke seluruh dunia, termasuk ke Indonesia.
Di
zona dua terdapat ribuan benda-benda bersejarah peninggalan kerajaan Islam
dunia, seperti Ottoman Turki, Mughal India dan dinasti-dinasti China. Suasana
di zona dua ini sangat menyanangkan bagi otak, mata, telinga dan hati kita.
Tata letak display dan lightingnya sangat keren, serta backsound musik khas
Timur Tengah yang ada di zona ini menjadikan Museum Islam tampak sangat hidup.
Selain itu, kita juga disampingi oleh para Story Teller handal yang akan
bercerita tentang sejarah dari benda ataupun kisah yang terjadi pada masa
pembangunan, kejayaan sampai keruntuhan kerajaan-kerajaan Islam terdahulu.
Zona
tiga adalah Diorama yang di dalamnya terdapat miniatur tiga dimensi, seperti
masjid dan kapal Cheng-Ho, toko klontong, masjid agung banten, toko persia yang
disertai dengan pemandangan pantai serta suara-suara yang membuat pengunjungnya
seakan-akan berada dalam sebuah situasi yang nyata. Zona Diorama ini bisa
dibilang sebagai area photo spot, kita bisa berfoto ria di miniatur tiga
dimensi sambil memakai berbagai macam kain persia yang telah disediakan.
Menariknya
lagi, Indonesian Islamic Art Museum adalah museum yang berbasis Teknologi
Informasi Modern. Kita bisa mendownload aplikasi Augmented Reality, AR
Indonesian Islamic Art Museum di playstore, kemudian kita bisa menscene
gambar-gambar yang berbarcode dan nantinya gambar-gambar tesebut akan tampil
menjadi Tiga Dimensi. Selain itu, kita
juga bisa berfoto dengan gambar Tiga Dimensi tersebut, sehingga kita
seakan-akan sedang memegang masjid, kuda, bola dunia dan lain-lainnya.
Museum
Ini ada di Kota lamongan jawa timur, tepatnya di komplek Wisata Bahari Lamongan
Jl. Paciran (Ex Tanjung Kodok) Lamongan.
2.
MUSEUM KERETA API AMBARAWA, (melalang buana di masa lalu)
Museum
Kereta Api Ambarawa adalah sebuah stasiun kereta api yang sekarang
dialihfungsikan menjadi sebuah museum di Ambarawa, Jawa Tengah yang memiliki
kelengkapan kereta api yang pernah berjaya pada zamannya.
Salah
satu kereta api uap dengan lokomotif nomor B 2502 dan B 2503 buatan Maschinenfabrik
Esslingen, serta B 5112 buatan Hannoversche Maschinenbau AG, sampai sekarang
masih dapat menjalankan aktivitas sebagai kereta api wisata.
Kereta
api uap bergerigi ini sangat unik dan merupakan salah satu dari tiga yang masih
tersisa di dunia. Dua di antaranya ada di Swiss dan India. Selain
koleksi-koleksi unik tadi, masih dapat disaksikan berbagai macam jenis
lokomotif uap dari seri B, C, D hingga jenis CC yang paling besar (CC 5029,
Schweizerische Lokomotiv und Maschinenfabrik/Swiss Locomotive and Machine
Works) di halaman museum.
Ambarawa
awalnya merupakan sebuah kota militer pada masa Pemerintahan Kolonial Belanda.
Raja Willem I memerintahkan untuk membangun stasiun kereta api baru yang
memungkinkan pemerintah untuk mengangkut tentaranya ke Semarang. Pada 21 Mei
1873, stasiun kereta api Ambarawa dibangun di atas tanah seluas 127.500 m².
Pada awalnya dikenal sebagai Stasiun Willem I.
Stasiun
ini awalnya menjadi titik pertemuan antara lebar sepur 1.435 mm (4 ft 8 1⁄2 in)
ke arah Kedungjati dengan 1.067 mm (3 ft 6 in) ke arah Yogyakarta melalui
Magelang. Hal ini masih bisa terlihat bahwa kedua sisinya dibangun stasiun
kereta api untuk mengakomodasi ukuran lebar sepur yang berbeda.
Museum
kereta api Ambarawa kemudian didirikan pada tanggal 6 Oktober 1976 di Stasiun
Ambarawa untuk melestarikan lokomotif uap yang kemudian berada pada masa
pemanfaatan kembali ketika jalur rel 1.435 mm milik Perusahaan Negara Kereta
Api ditutup. Ini merupakan museum terbuka yang terdapat pada kompleks Stasiun
Museum
ini melayani kereta wisata Ambarawa-Bedono pp, Ambarawa-Tuntang pp dan lori
wisata Ambarawa-Tuntang pp. Kereta wisata Ambarawa-Bedono pp atau lebih dikenal
sebagai Ambarawa Railway Mountain Tour ini beroperasi dari museum ini menuju
Stasiun Bedono yang jaraknya 35 km dan ditempuh 1 jam untuk sampai stasiun itu.
Kereta ini melewati rel bergerigi yang hanya ada di sini dan di Sawahlunto.
Panorama keindahan alam seperti lembah yang hijau antara Gunung Ungaran dan
Gunung Merbabu dapat disaksikan sepanjang perjalanan.
Pemandangan
yang dapat dinikmati dari kereta dan lori Ambarawa-Tuntang pun tak kalah
bagusnya. Kereta ini berangkat dari stasiun menuju Stasiun Tuntang yang berada
sekitar 7 km dari museum. Di sepanjang jalan dapat dilihat lanskap menawan berupa
sawah dan ladang dengan latar belakang Gunung Ungaran, Gunung Merbabu, dan Rawa
Pening di kejauhan. Kereta ini sebenarnya sudah ada sejak dulu, tetapi ditutup
pada 1980-an karena prasarana yang rusak.
3. INDONESIAN
HERITAGE MUSEUM (D’TOPENG MUSEUM)
Nama
Indonesian Heritage Museum adalah perubahan nama museum yang dahulu bernama D’Topeng
Museum di Batu Malang, Jawa Timur. Berbagai macam peninggalan dari sabang
sampai merauke terdapat di Museum D’Topeng. Tak hanya topeng senjata
tradisional yang terkenal hingga penjuru dunia juga ada disini.
Ribuan
koleksi topeng, senjata tradisional dan alat-alat antik ini tentunya mempunyai
kisah dibaliknya, bahagia, seru, hingga mengharukan. Musuem D’topeng adalah
tempat yang tepat untuk belajar dan mengagumi kekayaan sejarah nusantara.
Selain
ribuan Topeng, koleksi terbanyak lainnya adalah handle keris yang jumlahnya
juga mencapai ribuan. Juga ada naskah kuno jaman Demak, sarana upacara dari
seluruh Indonesia serta berbagai koleksi pemujaan dan religi dari bermacam
agama.
Museum
yang terletak bersebelahan dengan museum angkut di komplek Jatim Park di Batu
Malang Jawa Timur ini juga memberikan pelayanan informasi dan swa foto
menggunakan Augmented Reality. Bahkan kita juga bisa berbelanja merchandise di
lingkungan museum ini.
4.
MUSEUM KARTUN INDONESIA (ringan bersejarah)
Siapa sangka
ada museum Kartun Indonesia? Tapi ya, inilah museum Kartun Indonesia yang
terdapat di Pulau Bali, Selain menyajikan keindahan alam, Bali juga mempunyai
Museum Kartun yang menjadi satu-satunya di Indonesia dan Asia Tenggara. Di sini
kamu dapat melihat berbagai tema kartun yang menarik, seperti pemberantasan
korupsi, illegal loging, dan kartun targedi bom Bali. Selain itu, museum ini
juga menyimpan koleksi kartun yang menjadi karya Presiden Soekarno dan bisa
meminta seorang pelukis untuk melukiskan karikatur kita. Istimewanya, museum
tersebut hanya memuat karya dari kartunis Indonesia.
Museum
Kartun Indonesia diresmikan tahun 2008. Sejauh ini lebih dari 200 karya anak
bangsa yang terpajang di sini. Di antaranya ada karya maestro kartun Indonesia
seperti Pramono R. Pramoedjo, GM Sudarta, Dwi Koendoro, Jango Paramartha, dan
beberapa kartunis muda bertalenta lainnya. Gak nyesel deh jika kamu sempatkan
untuk mampir ke sini.
5.
HISTORY OF JAVA MUSEUM (one stop shop museum)
Konsep
one stop shop untuk museum yang satu ini memang sangat tepat, meski museum ini
belum resmi dibuka dan baru akan dibuka sekitar September menaruk untuk
dimasukkan dalam agenda saat berkunjung ke Yogyakarta.
Dari
release yang disebarkan manajemen Museum, Mengunjungi History of Java Museum,
maka kita akan diajak untuk mengerti mengenai Jawa, masyarakat Jawa, Sejarah
Jawa, dan Budayanya. Betapa bangsa ini ternyata sangat toleran, pemberani
sekaligus memiliki cita rasa budaya yang tinggi dalam kehidupan semestanya.
Di
awal kunjungan di museum yang terletak di jl Parangtritis Bantul dengan ciri
bangunan khas berbentuk Piramida yang mengingatkan kita pada Museum Louvre
Paris Perancis ini, pengunjung diajak melihat sekilas secara audio visual
bagaimana terbentuknya pulau Jawa hingga masyarakat yang ada di pulau Jawa.
Kemudian pengunjung bisa melihat koleksi museum dengan artefak artefak
sejarahnya.
Yang
menarik, pengunjung akan didampingi story teller museum yang akan menerangkan
dengan menarik mengenai konten museum dan sejarahnya. Tak hanya itu, History of
Java Museum, seperti juga museum-museum D’topeng Group yang lain, juga
dilengkapi dengan Augmented Reality yang bisa dimanfaatkan pengunjung untuk
ber-swafoto. Pemanfaatan teknologi juga dilakukan dalam bentuk aplikasi
Augmented Story Teller yang kini tengah dikembangkan oleh History of Java
Museum.
Di
dalam zona koleksi sendiri, terdapat Pavilyun Karaton, yang akan menampilkan
koleksi dan Bilingual Education Board mengenai Keraton Kasunanan Surakarta,
Keraton Kesultanan Jogjakarta, Pura Mangkunegaran dan Pura pakualaman.
Setelah
zona koleksi yang juga dimeriahkan dengan musik tradisi secara berkala,
pengunjung akan memasuki zona diorama, di mana pengunjung kembali bisa
merasakan secara interaktif hal hal menarik di masa lampau di pulau jawa, sekaligus
ber-swafoto di 3D interactive board.
Puas
berselfie ria, pengunjung bisa menikmati kudapan lezat di zona kuliner. Bukan
zona kuliner biasa yang ada di History of Java Musem, pengunjung akan merasakan
pengalaman berwisata kuliner di kawasan Malioboro Jogjakarta yang memang sudah
terkenal dengan suasana khas kuliner Jogjakarta.
History
of Java Museum memang sengaja menghadirkan suasana Malioboro tempo dulu di zona
kulinernya. Dan di ujung “Malioboro” terdapat panggung besar yang juga secara
periodik menampilkan suguhan seni dan budaya baik tradisi maupun modern dari
berbagai kalangan seniman, baik local, nasional bahkan internasional.
History
of Java Museum dilengkapi dengan “Tumpeng Gallery” yang berada di lantai dua
zona koleksi. Komitmen History of Java Museum pada pelestarian Peninggalan
Sejarah, Seni dan Budaya Jawa salah satunya diwujudkan dengan pemanfaatan
gallery ini menjadi ruang diskusi dan ruang pamer.
Itulah
tadi museum menarik di seluruh Indonesia, ayo kita berkemas, museum tak lagi
menjadi tempat yang membosankan.






Comments
Post a Comment